KOTABEKASI — Dari ruang kelas sederhana hingga panggung internasional, dua siswa Kota Bekasi membuktikan bahwa mimpi besar bisa tumbuh dari mana saja. Tahun 2026 menjadi saksi ketika talenta muda Bekasi bersinar di dua negara berbeda: Thailand dan Hongkong.
Khalifah Azka A, siswa SD Negeri Jatiasih, sukses meraih medali dalam ajang Olimpiade Matematika di Thailand.
Di usianya yang masih belia, Azka mampu bersaing dan mengungguli peserta dari berbagai negara, menaklukkan soal-soal yang menguji logika dan ketajaman berpikir tingkat tinggi.
Di waktu yang hampir bersamaan, Rhanie Aurelie dari SMP Global Persada School juga menorehkan prestasi membanggakan. Ia meraih medali dalam ajang Performance Art Festival di Hongkong, menunjukkan bahwa bakat seni anak Bekasi mampu berbicara lantang di panggung dunia.
Prestasi gemilang ini mendapat apresiasi tinggi dari Wakil Wali Kota Bekasi, Abdul Harris Bobihoe. Ia menyampaikan rasa bangga atas capaian kedua siswa tersebut dan menilai keberhasilan ini sebagai bukti nyata bahwa Kota Bekasi memiliki generasi muda yang penuh potensi.
“Tentu kami sangat bangga dengan pencapaian yang diraih oleh adik-adik semua. Saya juga berterima kasih kepada para orang tua yang telah mengarahkan anak-anak sesuai minatnya,” ujarnya.
Menurutnya, keberhasilan ini tidak terlepas dari peran keluarga, guru, dan para pembimbing yang sejak dini mampu membaca dan mengarahkan minat anak.
Ia menegaskan bahwa setiap anak memiliki bakat yang berbeda—tidak semuanya harus unggul di bidang akademik seperti matematika atau sains. Ada yang berbakat di seni, menggambar, menari, hingga tarik suara. Yang terpenting adalah memberi ruang agar potensi itu tumbuh.
“Anak-anak kita ini yang berbakat di bidang matematika dan seni telah menunjukkan prestasinya. Ini sangat membanggakan, karena mereka masih sangat muda dan mampu mengalahkan peserta dari berbagai negara,” tambahnya.
Dua medali itu bukan sekadar simbol kemenangan. Ia menjadi penanda bahwa dari Bekasi, lahir generasi yang siap bersaing di dunia—dengan angka-angka di kepala dan seni di jiwa mereka. (Lapier/07/*)
Leave a Reply