JAKARTA – Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI) menyampaikan keprihatinan mendalam atas meningkatnya eskalasi kekerasan dan tindakan militer di kawasan Timur Tengah dan Asia Selatan yang dinilai berpotensi memicu krisis global.
Dalam siaran pers (2/3) yang ditandatangani Ketua Umum PGI, Jacklevyn F. Manuputty, dan Sekretaris Umum Darwin Darmawan, PGI menilai situasi tersebut telah menimbulkan instabilitas regional dan memperbesar ancaman terhadap keamanan internasional.
PGI mengecam berbagai aksi militer yang dilakukan sejumlah negara, termasuk Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran, konflik antara Pakistan dan Afghanistan, serta tindakan balasan militer Iran di kawasan tersebut. Menurut PGI, rangkaian aksi tersebut hanya memperluas lingkaran kekerasan dan memperburuk penderitaan warga sipil.
Sebagai lembaga keagamaan, PGI menegaskan keberpihakannya bukan pada kepentingan politik negara mana pun, melainkan kepada warga sipil yang terdampak konflik, terutama keluarga dan anak-anak yang mengalami trauma.
PGI juga mendesak Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), lembaga internasional, serta pemerintah di berbagai negara untuk segera mendorong dialog damai dan memastikan kepatuhan terhadap hukum humaniter internasional.
Selain itu, PGI mengajak seluruh umat untuk mendoakan perdamaian, menunjukkan solidaritas kepada para korban, serta menghindari ujaran kebencian dan polarisasi di tengah situasi global yang semakin rapuh.
PGI berharap para pemimpin dunia diberi hikmat untuk memilih jalan damai demi melindungi kehidupan manusia dan kelestarian ciptaan, sehingga keadilan dan perdamaian sejati dapat terwujud bagi seluruh umat manusia.*
Leave a Reply