PALU — Musyawarah Daerah (Musda) V Partai Demokrat Sulawesi Tengah bukan sekadar agenda konsolidasi rutin. Forum yang digelar di Grand The Sya Palu, Minggu (5/5/2026), itu menjadi panggung penegasan arah baru politik Demokrat di Sulawesi Tengah: modern, berbasis data, dan berorientasi pada kerja nyata untuk rakyat.
Mengusung tagline “Demokrat Menang, Sulteng Nambaso”, Musda berlangsung penuh optimisme dengan kehadiran jajaran elite DPP Partai Demokrat serta seluruh struktur partai dari 13 kabupaten dan kota di Sulawesi Tengah.
Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono, hadir secara virtual dan memberi dukungan penuh terhadap penguatan Demokrat di Sulawesi Tengah.
Sorotan utama tertuju pada Ketua DPD Demokrat Sulawesi Tengah yang juga Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid.
Dalam pidato politiknya, Anwar menegaskan bahwa kemenangan politik ke depan tidak lagi cukup mengandalkan pola kerja konvensional. Ia mendorong transformasi partai menuju sistem politik modern berbasis digitalisasi dan pemetaan data yang terukur.
Menurutnya, seluruh struktur partai harus mulai membangun sistem data kepengurusan dan keanggotaan yang terintegrasi agar kekuatan politik Demokrat bisa dipetakan secara akurat hingga ke tingkat desa.
“Ke depan kita tidak bisa lagi bekerja tanpa data. Politik modern membutuhkan data yang kuat dan kerja yang terukur,” tegas Anwar di hadapan kader Demokrat.
Anwar bahkan mengungkap keberhasilan strategi “silent movement” pada Pilkada sebelumnya yang dijalankan dengan pendekatan digital dan pemetaan data lapangan secara senyap namun efektif.
Strategi tersebut dinilai menjadi salah satu faktor penting yang mampu mengubah peta politik dan membawa kemenangan meski Demokrat sempat dianggap tidak diunggulkan.
Namun Musda tak hanya berbicara soal mesin politik. Anwar Hafid juga menjadikan forum itu sebagai ruang menunjukkan bahwa politik harus hadir melalui program nyata yang dirasakan masyarakat.
Lewat program “Berani Cerdas”, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah saat ini membiayai beasiswa bagi sekitar 23 ribu mahasiswa setiap tahun.
Hingga 2029, jumlah penerima manfaat diperkirakan mencapai 150 ribu mahasiswa di seluruh Sulawesi Tengah.
Bagi Anwar, pendidikan menjadi investasi politik sekaligus investasi masa depan daerah. Ia ingin anak-anak dari keluarga kurang mampu tetap memiliki kesempatan kuliah tanpa dibebani persoalan biaya.
Di sektor kesehatan, program “Berani Sehat” juga disebut telah membantu sekitar 165 ribu warga Sulawesi Tengah memperoleh layanan kesehatan hanya dengan menggunakan KTP, termasuk masyarakat dengan kepesertaan BPJS nonaktif akibat tunggakan.
“Rakyat tidak butuh banyak janji. Mereka butuh bukti bahwa pemerintah hadir ketika mereka sakit, ketika anak-anak mereka ingin sekolah, dan ketika hidup mereka susah,” ujarnya.
Dukungan terhadap arah politik dan program sosial tersebut juga datang dari AHY. Ia menilai program “Berani Cerdas” dan “Berani Sehat” merupakan bentuk konkret keberpihakan kepada masyarakat kecil yang harus terus diperkuat.
AHY juga meminta seluruh kader Demokrat di Sulawesi Tengah untuk tetap solid dan aktif mendukung program pemerintahan Presiden RI Prabowo Subianto hingga ke pelosok desa.
Turut hadir Kepala Badan Pembinaan Organisasi, Kaderisasi dan Keanggotaan (BPOKK) DPP Partai Demokrat, Ossy Dermawan, Sekretaris 1 Simade Ras Edi Astawa, Sekretaris 2 MP Simanjuntak, Ketua Deputi Wilayah Gustaf Tamo Mbapa, Wakil Gubernur Sulawesi Tengah, Ketua DPD Demokrat Sulawesi Selatan Ni’matullah Erbe, Ketua Srikandi Demokrat Sulawesi Tengah Sri Nirwanti Bahasoan, seluruh Ketua DPC Demokrat dari 13 kabupaten/kota, hingga anggota DPRD Partai Demokrat se-Sulawesi Tengah.
Ketua DPD Partai Demokrat Sulawesi Tengah yang juga Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, tampil membakar semangat kader lewat pidato politik yang menekankan pentingnya menjaga api semangat sebagai pemenang dan siap menyejahterakan rakyat.
Sedangkan Ketua Deputi Wilayah Gustaf Tamo Mbapa kepala LAPIERO.COM, mengingatkan bahwa kerja keras dan keikhlasan sebagai kunci kemenangan.
”Jika turun ke rakyat untuk membantu rakyat, harus dilakukan dengan ikhlas. Dan kerja keras adalah modal utama perjuangan,” kata Gustaf.
Musda V Demokrat Sulawesi Tengah akhirnya menjadi lebih dari sekadar forum organisasi. Ia tampil sebagai titik balik yang menandai upaya Demokrat membangun wajah baru politik daerah — memadukan kekuatan teknologi, konsolidasi kader, dan pelayanan langsung kepada rakyat sebagai modal menuju Pemilu 2029. (Lap/*)
Leave a Reply