JAKARTA — Jaringan Kebudayaan Rakyat (JAKER) bekerja sama dengan Perpustakaan Jakarta akan menggelar “Diskusi Kebudayaan” bertajuk “Merawat Ingatan di Tengah Budaya Instan dan Krisis Makna di Era Digital” pada Sabtu, 23 Mei 2026 pukul 15.00–17.00 WIB di Ruang Belajar Lantai 6 Perpustakaan Jakarta, Taman Ismail Marzuki (TIM), Cikini, Jakarta Pusat.
Diskusi ini dihadirkan sebagai ruang refleksi atas situasi kebudayaan kontemporer yang ditandai percepatan arus informasi digital, budaya serba instan, serta melemahnya kedalaman berpikir dan daya kritis masyarakat.
Panitia menyebut era digital tidak hanya mengubah cara masyarakat mengakses pengetahuan, tetapi juga memengaruhi cara memaknai kebenaran, sejarah, dan relasi sosial.
Forum tersebut akan menghadirkan sejumlah narasumber dari berbagai latar belakang, yakni Yuni Asrianti, Sony Laubentius, Beky Mardani, dan Dominggus Oktavianus. Diskusi akan dipandu moderator Elsy Damayanti.
Menurut penyelenggara, budaya digital saat ini mendorong kecenderungan konsumsi informasi secara cepat dan dangkal, sementara ruang kontemplasi dan tradisi berpikir mendalam semakin menyempit. Kondisi tersebut dinilai berdampak pada menurunnya literasi kritis, kaburnya batas antara fakta dan opini, hingga melemahnya ingatan kolektif masyarakat.
Melalui acara yang terbuka untuk umum ini, JAKER berharap publik dapat membangun kembali kesadaran kritis terhadap arus informasi digital sekaligus merawat kebudayaan sebagai ruang ingatan, refleksi, dan pemanusiaan.
Informasi Acara
Tema: “Merawat Ingatan di Tengah Budaya Instan dan Krisis Makna di Era Digital”
Hari/Tanggal: Sabtu, 23 Mei 2026
Waktu: 15.00–17.00 WIB
Tempat: Ruang Belajar Lantai 6 Perpustakaan Jakarta, TIM Cikini, Jakarta Pusat
Untuk informasi lebih lanjut, masyarakat dapat menghubungi Jaringan Kebudayaan Rakyat (JAKER) melalui nomor 085880428909 atas nama Annisaa Lituhayu atau melalui Instagram @kebudayaanrakyat serta situs resmi kebudayaanrakyat.com.
Leave a Reply